Cinta Keluarga, Cinta Terencana (Refleksi Peringatan Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2021)




Tidak terdengar asing motto tersebut di atas bagi kalangan PKB dan BKKBN. Membicarakan tentang dua kalimat di atas dapat kita uraikan tiga kata kunci; Cinta, Keluarga dan Rencana.
Kita membahas hal yang pertama. Ada banyak definisi cinta yg dapat kita berikan. Ada yang mendefinisikan cinta adalah hubb (dalam bahasa arab), hobby (dalam istilah inggris) dan hobi atau kegemaran dalam bahasa (Indonesia). Ada juga yg mengatakan cinta itu perasaan suka yang dapat diungkapkan dengan kata2 maupun perbuatan.
Ada satu definisi cinta yg sangat menarik bahwa cinta itu adalah dikala seseorang suka terhadap sesuatu maka perhatiannya selalu terfokus kepada yg dia suka, tidak perduli apapun (dlm teks tasawwufnya Man Ahabba Syai'an Katsura Dzikruhu).
Apapun itu, cinta merupakan pemberian oleh Tuhan YME kepada Manusia yg punya akal dalam bentuk perasaan dan kerinduan kepada suatu dzat, baik itu kepada Tuhan YME, Kekasih, keluarga maupun sahabat.
Kedua, kita bicara tentang keluarga. Ada ungkapan lagu yg paling indah pernah kita dengar dalam sinetron tempo dulu bahwa "harta yang paling berharga adalah keluarga. Mutiara yang paling indah adalah keluarga". Tidak naif memang syair tersebut. Keluarga memiliki nilai yang tidak dapat disandingkan dengan harta benda maupun perhiasan. Karena keluarga adalah sangat berharga. Bahkan, lebih berharganya lagi sampai2 ada cerita2 orang tua rela makan apa adanya tanpa diketahui anak2 mereka hanya dengan tujuan keluarga mereka bahagia.
Itu sekedar intermezo saja yah. Yang pasti, kita tahu bahwa keluarga adalah bagian terkecil dari sebuah masyarakat, keluarga adalah cerminan kuatnya sebuah negara, keluarga adalah lambang kemakmuran ekonomi negara, sampai2 Pemerintah melalui BKKBN meamanahkan mereka untuk selalu menjaga keluarga Indonesia.
Banyak anak zaman now sekarang bercita2 lulus smp atau sma nanti kita membangun keluarga. Parahnya lagi baru2 ini viral anak SD sudah menikah karena alasan yg sepele "Biniannya pina rancak ke rumah wan cerewet" (dalam bahasa banjar) artinya si cewe sering datang ke rumah dan sangat cerewet.
Kita yg dewasa pun sekarang sadar tidak, bahwa keluarga itu adalah bukan tujuan. Banyak yg dewasa menikah endingnya perceraian. Itu karena mereka belum mengerti arti keluarga. Yg mereka tahu mungkin sebatas keluarga adalah menikah dan punya anak. Padahal, keluarga merupakan bentuk perpaduan berbagai macam perbedaan yg bukan untuk di satukan namun harus disikapi bersama. Di dalam keluarga tersemat berbagai macam tanggung jawab yg mesti di emban oleh semuanya. Di dalamnya masih ada terdapat nilai2 luhur yg mesti ditanamkan untuk bisa mencapai keharmonisan sebagaimana tujuan pernikahan "ketenangan (sakinah), mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Nilai2 tersebut tercermin dalam 8 fungsi keluarga; agama, cinta dan kasih sayang, sosial budaya, reproduksi, perlindungan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan.
Jika dalam sebuah keluarga dapat menanamkan nilai2 luhur tersebut maka niscaya akan membuahkan hasil keluarga kecil harmonis dan sejahtera.
Terakhir ke tiga, rencana atau terencana. Setiap manusia yang bercita2 ingin membangun keluarga tidak dapat lepas dengan yang namanya rencana. Apapun itu, rencana merupakan upaya manajemen (alat bantu) keluarga dalam mencapai cita2 menjadi keluarga sejahtera dan harmonis. Apalah artinya punya harta melimpah, anak banyak namun kualitas keluarganya minus kebersamaan, minus keyakinan beragama, minus akhlak dll. Tentu kita berharap, memiliki keluarga yang terencana. Terencana kesejahteraannya, terencana pendidikannya, terencana kesehatannya, terencana perhatian keluarganya dll. Ingat keluarga bahagian bukan dipatok dari keberhasilan prestasi maupun harta. Tapi keluarga yang berkualitas itu adalah yang memiliki cinta, memiliki rasa syukur atas apa yg dimiliki (Kesederhanaan), dan mereka memiliki perencanaan yang matang terhadap masa depan keluarganya. Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan saya yang jauh dari kesan sempurna baik tekstual maupun isi. Namun tujuannya adalah saling berbagi bagaimana kita menyikapi hari keluarga ini menjadi motivasi dan refleksi bersama membangun keluarga masing2. Selamat hari keluarga nasional yang ke 28 prov. Kalsel. (Muhammad Rahmaan Fahroly, PKB Ahli Muda)

Komentar